Friday, December 14, 2007

~Lets Refrain your Tongue~



Bismillahirrohmannirrohim

Kelemahan terbesar dari sebagain besar manusia adalah malas belajar dengan baik. Rytha sering membaca tulisan tulisan para tholabul ilmy ataupun artikel artikel dari para ulama . Biasanya kalau tulisan tersebut mengenai bantahan bantahan dan nasehat buat para mereka ahlul bid’ah dan ahlul ahwa.. pastilah ada komentar komentar menyertai tulisannya…

Menelusuri komentar komentar tersebut….. Subhanallah terkadang tidak habis fikir mengapa manusia begitu mudahnya mengotori tangan tangan mereka hanya sekedar untuk berkomentar tanpa pemikiran ilmiah dan bermanfaat. Ini seperti membuka aib bagi dirinya sendiri, mempermalukan dirinya sendiri dan mengumumkan pada dunia alangkah jahil, bodoh dan naïf nya dirinya

Terkadang diri ini perlu berdiri di depan cermin dan merenungi diri, Apakah patut seorang hamba yang masih sangat lemah tidak menguasai ilmu ushool of deen, paham bahasa arab saja cuma satu dua … tapi merasa cukup pintar memberikan komentar terhadap para ulama kibar.. terhadap para tholabul ilmy…tanpa rasa sungkan dan malu.

Melihat mereka yang berbicara tanpa ilmu di bandingkan mereka yang berbicara dengan ilmu seperti melihat jauhnya langit dan bumi, perbedaan yang sangat kontras.

Sewajarnya seorang mu’min itu tidak hanya sekedar berbicara, berpendapat tanpa dasar, apalagi bila berkenaan dengan masalah deen. Take time untuk membaca, belajar, merenungi, ukur kapasitas diri.. jangan permalukan diri….. Kalau tidak paham, lebih baik bertanya….lebih banyak lagi mengkaji kitab kitab para ulama salaf (para sahabat nabi sallahu alahi wassalam dan para murid murid mereka), menelaah bagaimana pemahaman mereka, bagaimana praktek mereka, sehingga kita tidak tergelincir dalam memberikan pandangan yang menyesatkan dan berlepasa diri dari apa yang mereka amalkan…

Allah subhana wata'ala berkata : .........Diantar hamba - hamba Allah ynag takut kepada-Nya hanyalah para ulama..... (Surah Fathir: 35:28)

Semakin manusia berilmu.. mereka akan semakin berhati hati dalam menggunakan lisannya… menjaga tangannya.. menjaga hatinya….mereka akan semakin takut pada Allah… mereka akan semakin tawadhu …….Semoga Allah memasukkan kita menjadi seorang di antaranya

Allah knows best
Rytha
Batam 14 December 2007

Artikel Nasehat please check bellow

Mutiara Nasehat Syaikh Ibnu Bazz Terhadap Tholibul 'Ilm

Wednesday, December 12, 2007

~Kembali ke Fitrah~



Bismillahirrohmannirrohim…

Betapa sebagian besar manusia hari demi hari semakin jauh dari fitrah nya. Semakin jauh dari kebersihan lisannya, kemurnian pemikirannya dan kemuliaan akhlaq dan tingkah lakunya….

Setitik noda hitam di hati, yang berkembang menjadi banyak titik titik hitam, menutup hati, membuat kelam dan kebekuan, hati menjadi begitu gelapnya sehingga sungguh susahnya memasukkan cahaya iman dan hidayah ke hatinya.

Itulah mengapa sangat mudah untuk mendidik anak kecil dari nilai nilai kebenaran…. Hati mereka masih polos dan bersih… mata mereka masih jernih…. Sangat mudah untuk memberikan pemahaman kepada mereka yang masih bersih dari subhat subhat pemikiran....

Teringat dengan perkataan seorang ustadz…. Beliau mengatakan …kalau antum ingin mengetahui fitrah manusia akan tawhid tanya dengan anak kecil yang masih polos dan belum di ajarkan pemikiran pemikiran tertentu oleh orang tuanya…

Maksudnya bukan berarti anak kecil kebih paham akan ilmu tawheed, ilmu ushool, hadith, etc ….hanya mereka masih sangat murni sekali….

Bila anak tersebut di tanyakan dimana Allah….. pasti secara naluri dia akan tahu bahwa Allah itu beyond of him, lepas dari dirinya…. di atas dari dirinya, lebih dari dirinya, sesuatu yang Maha Hebat dan Maha besar…. Dia akan secara yakin menunjuk bahwa Allah di atas…. Di langit….

Kalaulah kita mengatakan padanya…“Bukan…Allah dimana mana !”….Itu akan membingungkannya, bagaimana dia mencari Allah di kolong mejanya, Allah ada di krayon yang dipakainya buat menggambar… Allah ada di dalam kucing yang sering digodainya… Allah ada di dalam kelereng yang sering dibanting bantingnya… Finally deep down inside akan sangat wonder .…How come ? it doesn’t make sense….

Anehnya banyak orang dewasa….mereka yang mengatakan dirinya intellectual, yang pikirannya sudah terancuni dengan filsafat filsafat aneh… mereka tidak canggung mengatakan Allah ada di mana mana…. Allah bersemayam di makhluknya…. Dalam tiap diri manusia ada ruh Allah… astaghfirullah wa atubu ilaika….

Bagi mereka yang percaya bahwa tuhan menyatu dalam dirinya, jadi just in case mereka masuk neraka, berarti mereka akan membawa tuhan mereka merasakan panasnya panas api neraka… Atau mereka yang tidak percaya akhirat [tidak percaya adanya surga dan neraka] yang hanya percaya inkarnasi [seperti hindu]… berarti nantinya mereka membuat tuhan menderita dalam inkarnasinya [kalau dia harus beringkarnasi menjadi orang yang sengsara akibat karma buruk yang dilakukan pada kehidupan yang sebelumnya]… Berdasarkan logika saja… tidak mungkin tuhan menderita….

Tawhid adalah sesuatu yang sangat dasar sekali dalam kehidupan seorang mu’min…Kalau kita menanyakan secara random umat islam yang di jumpai di jalan… pastilah jawabannya akan bermacam macam…”Allah itu dekat”…. Sedekat apa?…. “Dia ada dimana mana”… “Dia lebih dekat dari urat leher”… Maksudnya apa ? Allah ada di urat leher kita ? “Bukan dia lebih dekat dari urat leher”… Jadi di mana… ? “Pokoknya sangat dekat… Allah ada dalam setiap makhluknya…. Astagfirullah….

Alkisah….. Imam Muslim dan lainnya telah meriwayatkan dari Muawiyyah bin al-Hakam as-Sulami Radhiyallahu ‘anhu ia berkata. “ Aku memiliki sekawanan kambing yang berada diantara gunung Uhud dan Jawwaniyah, disana ada seorang budak wanita. Suatu hari aku memeriksa kambing-kambing itu, tiba-tiba aku dapati bahwa seekor serigala telah membawa (memangsa) salah satu diantara kambing-kambing itu, sementara aku seorang manusia biasa, aku menyesalinya, lalu aku menampar wanita itu. Kemudian kudatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kuceritakan kejadian tersebut kepadanya, beliaupun membesarkan peristiwa itu atasku, maka kukatakan (kepadanya) : 'Wahai Rasulullah, tidakkah (lebih baik) aku memerdekakannya?' Beliau berkata : 'Panggillah ia!' Lalu aku memanggilnya, maka beliau berkata kepadanya : 'Dimana Allah?' Wanita itu menjawab : 'Diatas'. Beliau bertanya lagi : 'Siapakah aku?' Ia menjawab : 'Engkau adalah utusan Allah!' Beliau berkata : 'Bebaskanlah (merdekakanlah dia)! karena sesungguhnya dia adalah seorang wanita yang beriman'." [Ahmad V/447, Muslim No. 537]

Subhanallah….

Semoga Allah mengembalikan kita kepada fitrah fitrah kita….

Wallahualam bishshowab…

Rytha
Batam 12 December 2007


PS:
Ini video ceramah ini.. insyaAllah bermanfaat..
Di sini Ustadz Rasul Dahri menjelaskan tentang penyimpangan paham yang mengatakan bahwa Allah ada di mana -mana….

Di Mana Allah - Ustaz Rasul Dahri
Kajiannya ada 8 series.....

Kalau mau tahu lebih jauh… bisa baca beberapa fatwa-fatwa ulama di bawah ini

Dimana Allah..?

Hukum Ucapan Sesungguhnya Allah Berada Di Setiap Tempat (Di Mana-Mana)

Hukum Mengatakan Allah Ada Dimana-mana

Allaah is above His Throne and He is close to us by His Knowledge

Does the Ayah ‘And We are nearer to him than his jugular vein.’ imply that Allah is everywhere?


Makna Dekatnya Allah Pada Surat Qaaf : 16 Dan Al-Waqi'ah : 85

Monday, December 10, 2007

~Siapa Sih yang Benar ?~



Rytha masih ingat..... dulu waktu Rytha masih awam sekali.... Rytha suka kebingungan sendiri kalau ada ikhwah yang bertikai.... Rytha sering read discussion di forum forum.. di mailing list.... makin bingung karena setiap orang bisa beragumen sendiri dan menggunakan dalil dalil dengan twist that dalil untuk kepentingan diri sendiri...

Saat kebingungan itu.... Rytha sedikit sekali mengetahui siapa ulama Alhlus sunnah tempat bertanya dan merujuk...Ulama-ulama yang Rytha ketahui dan jadikan rujukan juga semangkin membingungkan.....

Saat Rytha mulai besentuhan dengan ikhwah salafi.. Rytha mulai mengenal nama Shaikh Bin Bazz.. Shaikh Nasiruddin Al-Banni.. Shaikh Utsaimin dan yang lainnya....

Rytha sangat terkesan dengan seorang tholabul ilmy dari Madinah.... terkesan dengan alangkah cintanya beliau dengan shaikh Bin Bazz... Beliau sering menangis kalau nama shaikh Bin Bazz disebut....Kalau Rytha membela ulama ulama tertentu.... beliau sering berkata... seandainya kamu tahu bagaimana ulama - ulama sebagai saya mengenal mereka kamu pasti akan merasakan kesedihan dan kekhawatiran yang saya rasakan ...

Beliau tidak pernah menjelekkan ulama sedikit pun.... Hanya beliau sering memberi nasehat sebaiknya belajarlah dari buku buku ulama terdahulu.

Rytha juga baca cerita seorang tholabul ilmy yang lain asal Canada... Sewaktu berita wafatnya shaik Bin Bazz sampai ke keluarganya...mereka sangat sedih... seperti kehilangan orang tua sendiri....

MasyaAllah....Sekarang Rytha paham.. alangkah sedih seorang penuntut ilmu ditinggal ulama dan guru mereka..... Mereka adalah pewaris para nabi..... dimana Nabi tidak mewariskan harta tapi mewariskan ilmu... dan para ulama adalah pewaris mereka... Lewat lisan mereka, pena pena mereka umat terbimbing dan sunnah Rasulullah salallahu alahi wassalam tetap dihidupkan....

Ada suatu kejadian yang lucu...

Salah seorang ukhti... suaminya juga lulusan Madinah university.... MasyaAllah sebenarnya Rytha lihat the trait of believer di diri beliau.... di mobilnya tidak ada musik..hanya nasyid tanpa instrument.... beliau care untuk langsung menuju masjid untuk berjamaah walaupun dalam perjalanan.... beliau lower his gaze dan lain lain.....

Suatu waktu Rytha ngobrol dengan istri beliau, Rytha bertanya.... "Bu ... Pak Ustadz lulusan Madinah university ya....? , Apakah beliau sempat bertemu dan menimba ilmu dari shaikh bin Bazz? "...

In surprised beliau bilang.... " Siapa itu shaikh Bin Bazz" ....

Ya Allah....... Rytha yang awalnya berharap mendengarkan cerita tambahan tentang siapa itu shaikh Bin Bazz jadi balik kaget...... Kebetulan ukhti ini sendiri adalah lulusan satu institusi agama di Jakarta ... dan beliau dikenal orang juga sebagai seorang ustadzah.....Apakah wajar bila beliau tidak pernah sama sekali pun membaca buku dari Shaikh Bin Bazz sewaktu masih kuliah dulu..... Padahal katanya buku beliau sering di bagikan secara gratis.... Apakah sang suami tidak pernah berbagi mengenai guru guru nya.... ?

Ini adalah suatu gambaran yang sangat tragis... kalau saja mereka yang belajar deen saja tidak tahu siapa ulama.. apalagi masyarakat awam......Mungkin ada juga dari kita yang tidak mengenal ulama .... seperti seorang ulama mengatakan... "Antum kenal tidak dengan Shaikh AlBanni? "... Kalau tidak kenal keterlaluan.. buku buku karya beliau kalau antum di suruh memikulnya antum sendiri tidak akan sanggup karena banyak nya..."

Terkadang malu sendiri sebagai penuntut ilmu tidak kenal dengan ulamanya.... Dan malu sebagai umat islam tapi tidak mengenal ulama ahlus sunnah.. karena kalau tidak kenal ulama jadi kepada siapa bisa mengambil ilmu ....

Rytha baru dengar suatu kajian dari Bilal Philip tentang kisah beliau bagaimana beliau mengenal islam... Awalnya beliau juga kebingungan...Beliau sempat mengikut jama'ah tabligh..... yang umumnya mengikuti mahzab hanafi [tapi mahazab imam Abu hanifa yang fanatik dan sama sekali berbeda dengan paham imam Abu Hanifa]....Beliau belajar cara sholat wanita yang berbeda dari pria, beliau di ajarkan bahwa jihad fisabilillah adalah khuruj dari masjid ke Masjid. Selanjutnya beliau bersinggungan dengan seorang imam masjid yang berpaham ikhwani dan mengikuti mahzab syafi'i...Tentu saja kemudian beliau menemukan perbedaan Mahzab syafi'i dengan pemahanan di Jama'ah tabligh.... Jadi semakin bingung.. .beliau berkesimpulan ... salah satu haruslah ada yang benar.....

Karena kesungguhan dan ke ikhlasan beliau, Allah menuntun beliau untuk sampai pada tekat mempelajari islam dari sumbernya langsung daripada terombang ambing dalam pemikiran pemikiran yang ada......Beliau belajar Arabic language dan pergi menuntut ilmu di Madinah...

Subhanallah....

Beliau sekarang menjadi seorang yang berilmu dan firm in his belief.... Beliau mampu menjawab pekara deen dengan ilmunya. Beliau seperti memiliki pijakan yang sangat jelas dan tidak ada keraguan sedikitpun.... Mudah mudahan Allah selalu menjaga beliau dan memberikan kefaqihan dalam beragama sehingga bisa berdakwah dengan lebih baik....

Melihat beliau jadi terpacu.. bahwa memang seharusnya kita seperti itu.. belajar islam dengan benar... Kalau yang tertarik menonton kisah beliau, bisa di tontong di sini:

Bilal Philips - How I Came To Islam [mp3 audio] Part 1 of 3
Bilal Philips - My Way To Islam [mp3 audio] Part 2 of 3
Bilal Philips - My Way to Islam Q&A Session [mp3 audio] - Part 3 of 3

Ketidak tahuan umat terhadap ulama... ini yang membuat mereka sesat dan menyerahkan urusan deen mereka kepada ulama ulama yang tidak jelas keilmuannya..... Banyak sekali penceramah penceramah yang berbicara tidak berdasarkan ilmu.... Dan banyak orang orang awam yang tidak bisa menahan lidahnya untuk tidak berbicara sesuatu yang dia tidak tahu dan tidak memiliki ilmu......

Semoga ini akan lebih memacu kita untuk kembali kepada ulama dan belajar ilmu agama dari sumber yang autentik dan sahih...

InsyaAllah....

Fiamanillah
Batam 10 December 2007

~Musuh akan Kebodohan Sendiri~



Assallammu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Mmmmm...... Terkadang.... bila membaca dan menganalisis perkataan ulama, tulisan para ulama, fatwa ulama dan mendengar/menonton lectures dari para tholabul ilmy yang subhanallah sangat jelas dan clear like crystal clear, Rytha sering bertanya tanya.....kalaulah mereka saja tidak mampu meyakinkan dan memberikan penjelasan yang memuaskan ....apalah arti hamba yang dho'if ini dibandingkan dengan mereka, tapi insyaAllah Bismillah..... Mudah mudahan dari tulisan yang sangat sederhana dan tidak ilmiah ini bisa di pahami oleh mereka yang iklas dan mau membuka hati... dan bisa memberi cahaya walau sedikit....

Anyway... Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang tersesat dari jalanNya maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Saat orang mendengar perkataan salafy.. kadang belum paham udah anti sendiri.... Yang sangat sering mereka menyamakan salafy itu sebagai movement dan pergerakan ...

Mmmm....I think semua sudah sering sekali dengar ini ya..... kalau sebenarnya salafy itu bukan pergerakan....

Contoh mudahnya...... [mudah mudahan bisa di mengerti dengan mudah]...

Semua yang mengaku islam pasti paham bahwa syariat yang diturunkan Allah itu adalah satu ..dari semenjak nabi Adam sampai Nabi Muhammad salallahu alahi wassalam...

Semua umat Islam yang memiliki pemahaman yang lurus pasti mengatakan syariat yang benar dan satu satunya yang benar adalah Islam... That why Allah mewahyukan "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." [Al Maidah 5:3]

Islam tidak mengenal konsep ..... "Ya... asal ikhlas.... agama apapun benar..... tidak penting memeluk agama apapun. Semua agama itu seperi menuju suatu kutup..... Allah di tengah tengahnya.. dan semua agama seperti lingkaran yang mengelilingi tuhan .. jadi lewat manapun akan menuju ke tuhan... " na'uzubillah...

Syariat islam satu... tuhan nya satu ... agamanya satu.. jadi the way ke tuhan juga satu....

Setuju tidak ?

Kalau islam satu.... it impossible kan Allah menciptakan banyak jalan dalam berislam?

Mungkin tidak Rasulullah salallahu alahi wassalam mengajarkan islam dengan cara yang bermacam macam....??

Trus.... sekarang kenapa banyak sekali cara orang berislam ??
Dari begitu banyaknya cara.... yang benar yang mana ??

Apakah berlaku pemahaman... "Wah kita kan semua islam.... yang penting ikhlas... dan kita sama sama berjuang dan berdakwah untuk islam.....knapa perlu ada label label..... jangan terlalu banyak berselisih.... perbedaan itu rahmat... seperti bunga bunga di kebun.. makin banyak bunga dengan warna warna yang berbeda makin indah kebunnya..... "

Astaghfirullah....

Ikhwah fillah ......Setuju tidak.... kalau di katakan bahwa islam yang paling murni adalah islam yang di ajarakan Rasulullah dan di praktekan oleh para sahabat ??

Setuju tidak kalau para sahabat adalah orang orang yang lebih pintar dan lebih faqih dari kita, mereka lebih paham akan syariat islam dari kita ??

Kalau sudah setuju.. akan lebih mudah untuk memahami.... bahwa... manhaj salafi itu adalah metodologi, jalan yang terang, cara untuk memahami Al Qur'an dan sunnah dengan bagaimana para sahabat memahami Al Qur'an dan Sunnah .....

I think this very simple statement...

I feel sooooooo much wonder kalau masih ada yang membenci salafy..... karena that the ultimate kebodohan dan ketidak pahaman akan apa yang mereka benci... Bagaimana mungkin bisa berislam yang benar kalau tidak merujuk dan kembali kepada pemahaman para sahabat dalam memahami islam...

Para sahabat itu adalah yang paling paham akan deen.. mereka tidak hanya belajar langsung dari Rasulullah sallahu alahi wassalam akan tetapi mereka tahu benar bagaimana Al Qur'an itu turun, berkenaan dengan apa suatu ayat di turunkan, dalam situasi apa , dan bagaimana mengamalkan ayat tersebut. Banyak ayat yang turun berkenanaan dengan mereka sendiri.... Subhanallah Bahkan Allah telah Ridho terhadap mereka dan menjamin mereka dengan surga... [Lihat Qur'an At Tauwbah ayat 100]...

Bagaimana seorang muslim membenci metodologi memahami islam dengan bagaimana para sahabat memahaminya ?

Metodologi ini membedakan dengan mereka yang mengaku islam dan mengaku mengikuti Qur'an dan sunnah... tapi menginterprestasikan islam dengan akal mereka sendiri.. menafsikan qur'an dengan akal mereka..... ini yang menyesatkan....

Mereka menciptakan metodologi dalam berdakwah, dalam beribadah yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat dan ulama ulama terdahulu....

Ketika Rasulullah duduk duduk dengan para sahabatnya beliau menggambarkan garis lurus.... yang menunjukkan jalan itulah satu satunya jalan menuju Allah.. yaitu jalan dalam jama'ah , jama'ah di mana Rasulullah dan para sahabatnya berada.... jalan mengikuti sunnah beliau dan sunnah rightly guide chalips aftem him..... dimana beliau meminta para sahabat menggigit kuat sunnah beliau itu dengan gigi graham mereka.....

Sesungguhnya Allah membenci perpecahan.... perpecahan bukan rahmat [hadist nya maudhu lagi.. alias palsu].. Allah ingin umat ini berpegang salam satu tali agama Allah.... Agama yang seperti Rasulullah sallahu alahi wassalam ajarkan .. dan agama yang seperti bagaimana para sahabat beliau pahami dan amalkan....

Allah knows best

Fiamanillah
Batam 10 December 2007

Tambahan.....

Rytha mau berbagi beberapa lecture yang amat sangat mudah di pahami insyaAllah.... bagi mereka yang cerdas dan ikhlas.... [ semua mereka yang ingin tahu beragama dengan benar dan ingin selalu menambah ilmu dari sumber yang benar....pastilah orang yang cerdas]

Manhaj Salaf Aqidah Salaf by Ustadz Rasul Dahri

Ini kajian di Youtube dan banyak kajian yang lain... tapi lebih baik mulai dari tema manhaj salaf aqidah salaf biar yang lainnya bisa lebih ngerti dan jelas....

Alhamdulillah kajian ini sangat mudah dan sangat jelas... InsyaAllah kalau antum ingin lebih beragama dengan benar dan ikhlas .. antum akan diberi pemahaman oleh Allah untuk kembali ke jalan para salaf....



Saturday, December 8, 2007

~Anonymous Komentar~

Assallammu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Dear ikhwah fillah.....

Rytha menerima beberapa komentar yang anonymous.....

Sebenarnya tidak mengapa sepahit apapun komentarnya ..... Hanya saja... Rytha kesulitan untuk menanggapin komentar yang anonymous.... Pertama harus di address sebagai siapa... dan bisa jadi sang pemberi komentar hanya numpang lewat saja sehingga tidak bisa mengetahui response dari komentar beliau....

Ada baiknya dalam berkomentar minimal menyebutkan namanya kunya kalau tidak mau menyebutkan nama sebenarnya... atau lebih baik meninggalkan alamat emailnya sehingga kalau berkesempatan bisa di fowardkan response nya InsyaAllah...

InsyaAllah ini akan memberikan kesempatan pada yang lainnya untuk meluruskan hal hal yang tidak benar... dan memberikan hak antum sendiri untuk di beri penerangan yang benar...

InsyaAllah ini akan lebih beradab dan lebih bertanggung jawab.... wallahualam...

Fiamanillah
Rytha

Sunday, November 25, 2007

~Di suatu hari Minggu~


Hari minggu adalah saat yang pas untuk beristirahat dan tidak harus terburu buru memulai aktifitas di pagi hari. Di saat sedang enak enaknya tidur tiduran tiba tiba terdengar musik yang keras sekali, membuat orang orang yang tertidur terbangun dari mimpi mimpi indahnya, membuat bayi bayi menangis mencari ibunya [waduh berlebihan ya…:)]…

Hanya saja musik itu membuat diriku yang saat itu sedang berusaha untuk tertidur melepas kelelahan setelah bekerja seminggu tersentak terbangun…. Seperti ada perang dunia rasanya.. di kira ada huru hara di luar…. Penasaran ingin mengintip keluar ada apa di sana…..

Rytha fikir mungkin ada tukang pedagang keliling yang lewat di depan rumah seperti biasanya sewaktu di Bandung selalu ada saja suara suara aneh lewat di depan rumah. Penasaran Si Emang ini jualan apa ya kok sampe pake muter musik kenceng kenceng…Atau mungkin pengamen yang biasanya suka menyetel musik nya lebih keras dari suara nyanyiannya…

Di intip-intip dari jendela tapi kok nggak ada apa apa…. Setelah memaksimalkan indra pendengaran dan menyelidiki fakta fakta……….. astaghfirullah ternyata that music come from Masjid !!!!…

Musiknya terdengar kencang sekali karena memang di putar dengan kerasnya mengalahi suara azan, kebetulan kontrakan rumah yang baru dekat sekali dengan masjid jadi suaranya memang terdengar seperti huru hara sangking kerasnya…

Kejadian ini bukan hanya sekali…. Kemarin sewaktu ada acara halal bihalal di masjid… di putar juga musik yang sama….sama - sama kerasnya.. dan parah nya ini di lakukan di malem hari :(

Rytha tidak tahu siapa yang memutarnya…. Mungkin mereka berfikir itu adalah bagian dari kebaikan .. bagian dari da’wah karena syair-syair lagunya bagus…syair islami…lha apa salahnya toh kalau di iringi musik kan biar lebih menyentuh dan menghanyutkan… Astaghfirullah…

Dalam berda’wah kita harus mencontoh Rasulullah sallahu alahi wassalam… Niat baik saja tidak cukup kalau caranya tidak benar…

Mungkin para pengurus masjid belum-paham bahwa banyak ulama dengan hujjah yang jelas dan benar telah mengharamkan alat-alat musik dalam islam…atau bahkan mereka belum pernah mendengar hadis yang mengharamkan alat musik dan pendapat pakar pakar hadist, pakar pakar ahli fiqih mengenai masalah musik….. Karena di negeri kita ini hampir semua da’inya menggunakan musik dan menyenanginya… Bahkan di pengajian pengajian yang cukup banyak jamaahnya mereka memutar musik sebagai jeda …. Innalillahi…

Rytha jadi teringat dengan Ramadhan setahun yang lalu. Saat itu me and my sister mencoba untuk sholat tarweh di masjid yang lain….

Seperti biasa yang merupakan kebiasaan di seputar ramadhan di Negeri kita, hampir selalu taraweh di buka dengan kultum [kuliah singkat 7 menitan]… dari para ustadz ustadz yang wallahuam dari mana mereka mengambil ilmu tentang deen. Karena hampir di pastikan bertebaran hadist hadist do'if dan cerita cerita yang tidak ada dasar ilmiyahnya...


Saat itu sang penceramah...…naik ke mimbar dan memulai ceramahnya. Beliau mengawali dengan mengajarkan bait bait syair dan meminta jamaah bersahut sahutan dengan beliau.. Kalau beliau mengatakan satu kalimat tertentu.. jama’ah menyahut dengan kalimat tertentu.. persis seperti dulu pas masih di taman kanak kanak dulu … astaghfirullah…

Hal itu belum berakhir karena selepas taraweh sang imam memimpin dzikir dzikir dengan nada nada tertentu…Dan sholawat sholawat yang tidak di ajarkan oleh Rasulullah sallahu alahi wassalam...

Astaghfirullah…

Kalau umar ibnu Khattab masih hidup … beliau tentu akan marah melihat kejadian seperti ini….

Dari As Saib bin Yazid, ia berkata, ketika aku sedang berdiri di masjid, tiba tiba seseorang melempariku dengan kerikil. Akupun menoleh kepadanya, ternyata dia adalah Umar bin Khattab. Ia berkata," Pergilah dan datangkan dua orang tersebut."
Akupun membawa kedua orang tersebut.
Umar bertanya, "Siapa atau darimana kalian?" Keduanya menjawab,
"Dari Tha'if."
Umar kemudian berkata
" Seandainya kalian adalah penduduk negeri ini, tentu akan membuat kalian pingsan, kalian meniggikan suara di Masjid Rasulullah.
[ Riwayat Al Bukhari]

MasyaAllah begitu hormatnya Umar terhadap masjid.. yang ini merupakan akhlaq seorang salaf yang mengerti akan adap di dalam masjid…

Rasulullah sallahu alahi wassalam bahkan tidak mengizinkan kita mengumumkan dan mencari barang yang hilang di masjid… untuk menghormati fungsi masjid…

Dalam hadis lain Dari Amr Ibnu Syuain dari ayahnya, dari kakeknya,

Bahwasanya Rasulullah melarang jual beli di masjid dan mencari sesuatu yang hilang atau membacakan syair [Riwayat Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nisa'i dan Ibnu Majah dengan isnadnya hasan. Lihat syarah Riyadhush shalihin.]

Dan dalam hadis yang lain Abu Hurairah meriwayatkan, bahwasanya Nabi bersabda. Barangsiapa mendengar seseorang mencari kehilangan dalam masjid, maka katakanlah, "Allah tidak mengembalikannya kepadamu, sebab masjid tidak dibangun untuk ini." [Riwayat Muslim]

Mudah mudahan bagi bapak bapak pengurus masjid akan lebih berhati hati untuk menjaga kemuliaan masjid…Berda’wah dengan memutar musik yang kencang kencang tidak membawa manfaat… Kalaulah non Moslem mendengar itu.. itu tidak akan membawa mereka simpatik dengan deen kita… wallahualam…Bagaimana mereka akan tertarik kalau awalnya saja musik tersebut sudah mengganggu tidur tidur mereka :).

InsyaAllah mari kita berda’wah dengan cara yang Rasulullah sallahu alahi wassalam telah contohnya.. jadi niat baik kita akan di terima oleh Allah….

Maaf kalau ada kata kata yang tidak berkenan….

Subhanakallahumma wabihamdika ashadu ala ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika

Rytha N
Batam 21 September 2007

For Reference baca tulisan di bawa ini ya

Adab Adab Masjid


Monday, July 2, 2007

~Tanggapan Hijrah (3)~



Assallammu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Segala puji bagi Alloh yang hanya kepadaNya kami memuji, memohon pertolongan, dan ampunan. Kami berlindung kepadaNya dari kekejian diri dan kejahatan amalan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Alloh maka tidak ada yang dapat menyesatkan, dan barang siapa yang tersesat dari jalanNya maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada Illah yang berhak diibadahi dengan hak kecuali Alloh yang tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya. Semoga sholawat beserta sallam tercurahkan atas Nabi kita, keluarga, sahabat serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

Maka sesungguhnya sebenar-benarnya perkataan adalah Kitabulloh dan sebaik-baiknya petunjuk adalah Sunnah Rasululloh Shalallohu ‘Alaihi wa Sallam. Sejelek-jeleknya perkara ialah yang diada-adakan dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.

Akhi anang….
Rytha sudah membaca comment antum… subhanallah kritik yang terdengar pedas..

Rytha akan berusaha untuk menanggapinya… mudah mudahan Allah meluruskan hati dan lisan Rytha agar tidak terbawa kedalam lingkaran emosi yang antum tunjukkan terhadap dakwah salaf


Rytha akan jawab comment antum perkalimat atau perparagraf…

anang said...

Assalamualaikum !

My Reply

Wa’alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh

anang said...

Saya lihat, kalau Salafy Membeberkan ulama non Salafi sangat semangat sekali, dan Tahzirnya juga sangat menghebohkan. Kayaknya ulama non- salaf kaga ada baiknya sama sekali.

My Reply

Begitukah yang antum kira? Apakah antum sudah paham apa yang di maksud dengan tahzir. Dan mengapa ulama sampai men tahzir terhadap golongan lain. Dan apa saja syarat seorang ulama bisa mentahzir golongan yang lain ?

Kalaulah antum paham apa itu makna dari "Ulama salafi" dan makna ulama non salafi, tentulah antum akan menarik perkataan antum. Bukankah semua ulama diharuskan menjadi salafi ? Yang berarti mereka harus mengikuti Qur’an dan sunnah berdasarkan pemahaman para As-salaf ? Justru ulama non salafi yang tidak mengikuti manhaj [jalan, metoda] para salaf mereka memang harusnya di tahzir. Karena apa jadinya agama ini bila di pahami dengan pemahaman orang perorangan….

Deen ini bukan berdasarkan pemikiran akan tetapi berdasarkan atsar yang jelas dan shoheh…. Sesuatu yang bukan menjadi bagian agama di masa para sahabat, di masa para As Salaf , tentu juga bukanlah menjadi bagain agama di saat sekarang…


Jadi… mungkin antum harus lebih memahami atau memperjelas apa yang antum maksud dengan ulama salaf dan non salaf…. Atau dalam hal ini antum bermaksud mengatakan antum lebih berbangga dan mengikuti ulama ulama yang tidak mengikuti manhaj para As Salaf.. para sahabat radiyallahuanhum , para tabi’i dan tabi’ut tabi’in?

Merupakan tugas seorang ulama ahlus sunnah untuk men tahzir [memperingatkan umat] dari ulama ulama non salaf [yang tidak berperdoman pada manhaj dan metoda para ulama As Salaf], karena mereka mereka yang berlepas dari pemahaman salaf berarti mereka membuat pemahaman pemahaman sendiri yang mereka akui bahwa pemahaman dan metoda mereka lebih baik dari pemahaman dan metoda para salafus sholeh…. Na’uzubillah…..

Penjelasan mengenai kelompok-kelompok yang menyimpang dan sesat pada hakikatnya adalah dakwah kepada tauhid, sebab maksud dari dakwah tauhid sendiri adalah menyeru kepada tauhid dan meninggalkan syirik, dan sesuatu tidak akan diketahui kecuali dengan mengetahui lawannya.

anang said...

Saya juga sering mendengar di radio hang fm, kalau sudah menyebut "kelompok" umat Islam (Islam lho, mereka bersyahadat), sering mendengar sebutan-sebutan yng komplit : Khawarij, Bid’ah, Sururi, Ikhwani, hizbiyun dll bahkan pernah ada ungkapan dalam sebuah majelis di batu aji, seorang ustadz "salafy" mengatakan pelacur, pencuri masih lebih baik dari kaum hizbiyyun ( na'udzubillah, saya merinding mendengarnya). Awalnya saya tertarik dan bersimpati dengan salafy tetapi setelah mendengar itu saya jadi bertanya apakah ini manhaj salaf??????

My Reply

Akhi Anang yang di rahamati Allah…..
Alhamdulillah Rytha juga terkadang mendengarkan radio Hang 106 FM…. Dan sering mendengarkan kajian para ustadz salaf lainnya dari berbagai sumber…..

Rytha lihat disini Akh Anang salah paham dalam mengartikan perkataan para asatidz tersebut… InsyaAllah Rytha akan membantu meluruskan apa yang akhi Anang pahami.

Rytha akan memulai dengan perkataan seorang ulama hadis terkemuka Sufyan At-Tsauri . Beliau berkata, “Bid’ah itu lebih disukai Iblis daripada maksiat, karena maksiat bisa ditaubati dan bid’ah tidak (diharapkan) tobat darinya.”

Mengapa bisa demikian ?

Seorang pelacur, seorang pencuri, seorang pembunuh …sebejat apapun, senista apapun mereka,.... mereka paham benar bahwa mereka sedang melakukan maksiat terhadap Allah dan menzalimi orang lain. Mereka sama sekali tidak pernah merasa bahwa mereka sedang melakukan amalan sholeh…. Jadi dengan perkataan lain.. mereka paham betul bahwa mereka bermaksiat dan melakukan dosa besar….. Karena kesadaran mereka tersebut sangat mungkin suatu hari mereka untuk bertobat dari dosa dosa mereka itu dan kembali ke jalan yang lurus… insyaAllah…

Sekarang kita lihat pelaku bid’ah…. Mereka adalah orang orang yang mengadakan hal hal baru dalam agama. Menciptakan cara cara baru dalam ibadah yang tidak pernah ada di zaman rasulullah sallahu alahi wassalam dan tidak pernah di praktekkan dan oleh para sahabatnya….. Mereka bangga dengan metoda metoda baru mereka ini dan beranggapan mereka sedang memuliakan dan mengagungkan syari’ah Allah.

Mereka merasa cara baru mereka itu bisa mendekatkan diri kepada Allah…. Mereka merasakan prilaku mereka sebagai keutamaan…. Kalaulah ada orang yang memperingatinya tentunya mereka akan sangat marah…

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Maka apakah orang yang dijadikan (syaithan) menganggap baik pekerjaan yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik…” [Faathir : 8]

Sangatlah susah bagi mereka untuk bertaubat…. Na’uzubillah….

Siapapun yang berbuat bid'ah dalam agama, walaupun dengan tujuan baik, maka bid'ahnya itu, selain merupakan kesesatan, adalah suatu tindakan menghujat agama dan mendustakan firman Allah Ta'ala yang mengatakan : " Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu ...” Karena cara baru yang diciptakannya tersebut, dia seakan-akan mengatakan bahwa Islam belum sempurna, sebab amalan yang diperbuatnya dengan anggapan dapat mendekatkan diri kepada Allah belum terdapat di dalamnya.

Yang lebih berbahaya lagi mereka tidak melakukan kebid’ahan buat mereka sendiri tapi bahkan mengundang orang lain untuk ikut bersamanya… menda’wahkan kebid’ahan mereka….Semakin berkembangnya bid’ah maka akan semakin terkaburnya hal yang benar benar sunnah. Termasuk dari golongan golongan tersbut adalah yang akh anang sebutkan, yaitu Khawarij, Bid’ah, Sururi, Ikhwani, hizbiyun dan lain lain.

Mudah mudahan akh Anang meluangkan waktu untuk lebih mengkaji apakah kebid’ahan dalam pergerakan mereka….

Sekarang Rytha harap Akhi Anang paham apa yang ustadz ustadz tersebut maksudkan……lahaula walla quwata illa billah…

anang said...

Apakah tidak ada metode dakwah yang lebih baik selain mencela umat Islam yang lain?????
Jika manhaj salaf yang didakwahkan itu benar saya kira tidak perlu mencela, mencaci, menjelek-jelekan muslim yang lain yang mereka justru banyak bekerja untuk umat ini, dakwahlah seperti Rosulullah SAW dan para sahabat berdakwah.

My Reply

Akh Anang….
Bekerja sesungguhnya untuk umat ini adalah bila pekerjaan dakwah tersebut benar benar dilakukan dengan medota dakwah yang benar. Mengikuti metoda dakwah para Nabi dan Rasul yang menyeru kepada dakwah tauhid yang utama, mengajak manusia untuk hanya beribadah kepada Allah subhana wata’ala semata dengan cara yang di contohkan oleh Rasulullah sallahu alahi wassalam. Adapun bekerja untuk umat ini dengan tanpa mengindahkan metoda dakwah yang lurus, tentulah bukan bekerja yang sebenarnya, bahkan akan mengancurkan umat dan menyesatkan umat.

Alhamdulillah Allah subhana wata’ala telah mengatakan : “Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik."[An-Nahl: 125]. Itulah contoh yang dilakukan oleh Rasulullah sallahu alahi wassalam dan para As-Salaf, dan insyaAllah begitulah metoda dakwah para salafiyyun [para pengikut jejak salaf]. Tergantung dari siapa objek dakwah, terkadang harus di debat, terkadang harus dengan kekerasan, hikmah di sini harus sesuai dengan hikmah yang dicontohi oleh rasul dan para sahabatnya.

Shaikh Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi Umair Al-Madkholiy berkata : “Hukum asal di dalam berdakwah adalah al-Liin (lemah lembut), ar-Rifq (ramah) dan al-Hikmah. Inilah hukum asal di dalam berdakwah. Jika anda mendapatkan orang yang menentang, tidak mau menerima kebenaran dan anda tegakkan atasnya hujjah namun dia menolaknya, maka saat itulah anda gunakan ar-Radd (bantahan).

Jika anda adalah seorang penguasa -dan pelaku bi’dah ini adalah seorang da’i- maka luruskanlah ia dengan pedang, dan terkadang ia dihukum mati jika ia tetap bersikukuh dengan menyebarkan kesesatannya. Banyak para ulama dari berbagai macam madzhab memandang bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh Ahlul Bid’ah lebih berbahaya dari para perampok. Oleh karena itu ia harus dinasehati kemudian ditegakkan atasnya hujjah. Jika ia enggan maka diserahkan urusannya kepada hakim syar’i untuk dihukum, bisa jadi hukumannya ia dipenjara, atau diasingkan atau bahkan dibunuh.

Para ulama telah memutuskan hukuman terhadap Jahm bin Shofwan, Bisyr al-Marisi dan selainnya dengan hukuman mati, termasuk juga Ja’d bin Dirham. Ini adalah hukum para ulama bagi orang yang menentang dan tetap keras kepala menyebarkan kebid’ahannya, namun jika Allah memberikannya hidayah dan ia mau rujuk/taubat, maka inilah yang diharapkan.

[Transkrip ceramah Syaikh Rabi’ bin Hadi bin Umair al-Madkhali yang berjudul : Al-Hatstsu ‘alal Mawaddah wal I’tilaaf wat Tahdziiru minal Furqoti wal Ikhtilaafi]

Akh Anang pernah dengar bahwa Ali bin abi tholib bahkan membakar orang khawarij sesat? Bahwa Rasulullsah sallahu alahi wassalam memerintahkan membakar rumah rumah orang orang yang tidak sholat berjamaah? Bahwa di saat sekaratnya Umar ibn khatab menegur seorang pemuda yang mengunjunginya dengan pakaian yang isbal [melewati mata kaki] atau pernah dengar bagaimana seorang ibnu umar menegur seseorang yang besyalawat dikala bersin ? dan banyak contoh contoh lainnya.

Mereka As-Salaf adalah yang paling paham berdakwah dengan hikmah. InsyaAllah mereka mereka yang meniti jalan nya akan mengikuti contoh dan teladan para pendahulunya. Dalam hal yang prinsip dan mendasar seorang ulama harus tegas [tegas tidak indentik dengan kekerasan], mereka harus membeberkan semua fakta dan menjawabnya dengan hujjah [argumentasi] yang jelas dari Al Kitab dan sunnah menurut pemahaman para As-Salaf. Kalaulah orang orang yang akh Anang tidak memiliki cirri seperti ini … itu hanyalah mereka yang menisbahkan dirinya terhadap para salaf…tapi mereka tidak ber akhlak salaf.. wallahualam.

anang said...

Saya pernah membaca sebuah kisah Umar bin Khattab berbeda pendapat dengan Ibnu Mas'ud tetapi mereka tidak memperlihatkan nya ditengah-tengah umat bahkan suatu ketika mereka bertemu Umar bin Khattab menyebut Ibnu Mas'ud dengan Si Gudang Ilmu.

My Reply

Alhamdulillah Akh Anang familiar dengan syirah Umar bin Khatab radiyallahu anhu dan Ibnu Mas’ud. Tentulah sudah sangat paham bagaimana kedua sahabat tersebut amat sangat menjaga sunnah Nabi dan sangat keras sikap mereka terhadap kebid’ahan. Lalau apakah Akh Anang akan berani mengatakan bahwa dakwah mereka adalah dakwah yang tidak hikmah dan mencaci maki?

Lalu perbedaan yang bagaimanakan yang mungkin terjadi diantara para sahabat ?

Shaikh Utsaimin pernah ditanya apakah perbedaan boleh dalam setiap masalah ? Jawaban beliau

“Perbedaan ini hanya pada sebagian masalah. Sebagian masalah disepakati, tidak ada perbedaan, alhamdulillah, tapi sebagian lainnya ada perbedaan pendapat karena hasil ijtihad, atau sebagian orang lebih tahu dari yang lainnya dalam menganalisa nash-nash Al-Kitab dan As-Sunnah. Di sinilah terjadinya perbedaan pendapat. Adapun dalam masalah-masalah pokok, sedikit sekali terjadi perbedaan pendapat.

Shaikh Utsaimin mengatakan :

Perbedaan pendapat yang terjadi di antara para ulama umat Islam tidak boleh menyebabkan perbedaan hati, karena perbedaan hati bisa menimbulkan kerusakan besar, sebagaimana firman Allah.

"Artinya : Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguh-nya Allah beserta orang-orang yang sabar." [Al-Anfal : 46]

Perbedaan pendapat yang diakui oleh para ulama, yang kadang dinukil (dikutip) dan diungkapkan, adalah perbedaan pendapat yang kredibel dalam pandangan. Adapun perbedaan pendapat di kalangan orang-orang awam yang tidak mengerti dan tidak memahami, tidak diakui. Karena itu, hendaknya orang awam merujuk kepada ahlul ilmi, sebagaimana ditunjukkan oleh firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Artinya : Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui." [An-Nahl : 43]

[Dari Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin yang beliau tanda tangani]
[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, Darul Haq]

Jadi perbedaan antar ahlul ilmy yang didasarkan dalil yang jelas tidak lah mengapa. Perbedaan dianta umar dan ibnu mas’ud tentulah perbedaaan diatara mereka yang berilmu dengan itjitihadnya masing masing, dan tidak melepaskan mereka dari ukhuwah dan saling menghormati. Selayaknya kita dalam ber ittiba’ [mencontoh] mereka kita tidak menciptakan pendapat baru yang berlepas [keluar] dari pendapat pendapat yang pernah ada pada zaman Rasulullah…

Beginilah kerasnya ibnu Mas’ud menentang ke bid’ahan.

Diriwayatkan oleh Ad Darimi (1/79), Al Bazzar (Tarikh Wasith 1/198) dari 'Amru bin Salamah Al Hamdani, katanya:"Kami pernah duduk di pintu 'Abdullah bin Mas'ud radliyallahu 'anhu sebelum shalat zhuhur. Kalau dia keluar, kami berangkat bersamanya menuju Masjid. Tiba-tiba datanglah Abu Musa Al Asy'ari radliyallahu 'anhu sambil berkata:"Apakah sudah keluar bersama kalian Abu 'Abdirrahman? Kami katakan:"Belum." Tatkala beliau keluar, kami berdiri, dan Abu Musa berkata:"Ya Abu 'Abdirrahman, sungguh aku baru saja melihat sesuatu yang pasti kau ingkari di Masjid itu. Dan saya tidak melihat –alhamdulillah- kecuali kebaikan."

Ibnu Mas'ud berkata:"Apa itu?" Katanya pula:"Kalau kau panjang umur akan kau lihat pula sendiri. Saya lihat di masjid itu sekelompok orang dalam beberapa halaqah sedang menunggu shalat, dan masing-masing halaqah dipimpin satu orang, di tangan mereka tergenggam kerikil, dia berkata:"Bertakbirlah seratus kali!" Maka yang lainpun bertakbir seratus kali. Pemimpinnya mengatakan:"Bertahlil seratus kali!" Merekapun bertahlil (mengucapkan laa ilaaha illallaahu). Pemimpinnya mengatakan:"Bertasbihlah seratus kali!" Merekapun bertasbih seratus kali. Ibnu Mas'ud bertanya:"Lalu apa yang kau katakan kepada mereka?"

Abu Musa berkata:"Saya tidak mengatakan sesuatu karena menunggu pendapatmu."

Ibnu Mas'ud berucap:"Mengapa tidak kau perintahkan mereka menghitung dosa-dosa mereka, dan kau jamin tidak akan hilang sia-sia kebaikan mereka sedikitpun?"

Kemudian dia berjalan, dan kamipun mengikutinya sampai tiba di tempat halaqah-halaqah itu. Beliau berhenti dan berkata:"Apa yang sedang kalian kerjakan ini?"

Mereka berkata:"Ya Abu 'Abdirrahman, kerikil yang kami gunakan untuk bertakbir, bertahlil dan bertasbih."
Beliau berkata:

"Coba kalian hitung dosa-dosa kalian, saya jamin tidak akan hilang sia-sia kebaikan kalian sedikitpun. Celaka kalian, wahai ummat Muhamamd! Alangkah cepatnya kalian binasa. Ini, mereka para sahabat Nabi kalian shallallahu 'alaihi wa 'ala alihi wa sallam, masih banyak di sekitar kalian. Pakaian beliau belum lagi rusak, mangkok-mangkok beliau beliau lagi pecah. Demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya. Sesungguhnya kalian ini berada di atas millah (ajaran) yang lebih lurus daripada ajaran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa 'ala alihi wa sallam, ataukah sedang membuka pintu kesesatan?"

Mereka berkata:"Demi Allah, wahai Abu 'Abdirrahman, kami tidak menginginkan apa-apa kecuali kebaikan."

Beliau berkata:"Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tetapi tidak pernah mendapatkannya. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa 'ala alihi wa sallam telah menyampaikan kepada kami satu hadits, kata beliau:

"Sesungguhnya ada satu kaum mereka membaca Al Quran tapi tidak melewati tenggorokan mereka. Mereka lepas dari Islam seperti lepasnya anak panah dari sasarannya."

Demi Allah, saya tidak tahu, barangkali sebagian besarnya adalah dari kalian." Kemudian beliau berpaling meninggalkan mereka.
'Amru bin Salamah mengatakan:"Sesudah itu kami lihat sebagian besar mereka ikut memerangi kami di Nahrawand bersama Khawarij."(Ash Shahihah no 2005).

Dalam riwayat Ibnu Wadldlah, dia mengatakan:"Sungguh kalian betul-betul berpegang dengan kesesatan ataukah kalian merasa lebih terbimbing daripada sahabat-sahabat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa 'ala alihi wa sallam?" (Al Bid'ah wan Nahyu 'anha 27).

anang said...

Alangkah indahnya ukhuwah yang mereka contohkan, tanpa celaan, tanpa caci maki, tanpa tuduhan keji yang berlindung dibalik ilmu, tanpa saling menjelekan. Kepada kita hanya diperintahkan untuk BEKERJA (Dakwah), Allah, Rosul-Nya dan orang-orang beriman yang akan melihatnya.

My Reply

Adalah pandangan yang keliru bila keyakinan bahwa praktik mengkritik, saling menasehati, amar ma'ruf dan nahi mungkar akan menimbulkan kekacauan di barisan Islam dan kegoncangan dalam beramal.

Memang Indah kalau kita semua bisa bersatu dalam aqidah islam yang murni… dan untuk mencapai itu memang di haruskan ada ulama ulama yang ikhlas dan jujur yang memberikan nasehat .. ulama ulama berilmu yang berkata dengan hujjah yang jelas…. InsyaAllah semua ini bisa terwujud bila kita bisa melihat nasehat mereka itu juga dengan hati yang jernih dan ikhlas untuk mencari kebenaran…tidak bersilat lidah dan mengolah fikiran bila hujjah yang nyata sudah dihadapkan apalagi menuduh mereka mereka yang sayang dengannya dengan tuduhan tuduhan keji….. menganggap nasehat nasehat sebagai caci maki na’uzubillah.

Inilah dakwah yang sebenarnya akhi…mengembalikan umat ini kepada tauhid yang murni dan pemahaman islam yang shohih berdasarkan pemahaman para ulama As-Salaf……

Prioritas dan pokok-pokok dakwah Islamiyah sejak diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga hari Kiamat tetap sama, tidak berubah karena perubahan zaman. Ketika Rasulullah Shallallahu a’laihi wa sallam mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman, beliau bersabda.

“Artinya : Ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tiada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Setelah mereka mematuhi itu, beritahulah mereka bahwa sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas mereka pelaksanaan lima kali shalat dalam sehari semalan. Setelah mereka mematuhi itu, beritahulah mereka bahwa sesungguhnya Allah telah mewajibkan zakat atas mereka yang diambil dari yang kaya untuk disalurkan kepada yang miskin di antara mereka” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Az-Zakah 1458, Muslim dalam Al-Iman 19]

Tidakkah ada keheran di hati antum..mengapa dakwah yang menyeru pada pemurinian aqidah dan menyeru kepada kembali pada Al kitab dan sunnah berdasarkan pemahanaman As Salaf menjadi suatu dakwah yang di jauhi.. mengapa orang orang hizbiyah lebih bisa bertoleransi dan bersemangat menyatu dengan orang orang shi’ah dan para ahlul bid’ah…?

anang said...

Hanya Allah yang akan menilai siapa yang terbaik amalnya diantara kita bukan ulama A atau Ustadz B.
Wassalamualaikum

My Reply

Allah mengutus Rasulnya dan memelihara para pewarisnya untuk mengajarkan kepada kita dalam menilai apakah kira kira amal kita akan diterima atau tidak.

Syarat amal kita diterima selain harus ikhlas dalam hal ibadah - ibadah tertentu juga sebab, cara, waktu, tempat, jenis, bilangan harus sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah salallahu alahi wassalam. Jadi tidak cukup hanya ikhlas tabi harus juga benar benar berittiba’ [mencontoh].

Sekali lagi Rytha akan katakana .. alangkah naifnya kita bila sudah diberi tahukan inilah jalan yang lurus.. kita masih menempuh jalan jalan yang lain dengan metoda yang lain… dan finally innoncently menatakan … hanya Allah yang akan menilai siapa yang terbaik amalnya…. Perkataan ini benar… tapi pemahamannya yang harus di luruskan…walluhalam

Setiap ikhwanul muslimin pasti akan selau menutup hujjah mereka dengan perkataan ini :) ..coba amati semua tanggapan yang ada… pasti selalu intinya adalah sama… subhanallah :)

Wallahualam bishshowab…

Subhanakallahumma wabihamdika ashadu ala ilaha illa anata astaghfiruka wa atubu ilaika


Furthur reading

Memulai Dakwah ; Apakah Diawali Dengan Tauhid Atau Dengan Mentahdzir Terlebih Dahulu?

Sisi Perbedaan Antara Bid'ah Dengan Maksiat